REKONSTRUKSI PIKIRAN TERHADAP PEMBELAJARAN
FILSAFAT PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN
(Sebuah Review Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
Bersama Prof. Dr. Marsigit, MA)
Tidak pernah menduga sebelumnya, bahwa saya akan mengalami perkuliahan yang begitu berbeda dari biasanya. Kuliah filsafat, bukan hal yang asing sebenarnya. Sejak S1 sampai S2 saya sudah memiliki pengalaman mempelajari filsafat. Tapi, entah mengapa sejak mengikuti perkuliahan filsafat di S3 PEP Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, saya mendapatkan pengalaman yang berbeda dari biasanya dalam belajar filsafat. Prof. Dr. Marsigit, M.A adalah sosok yang memberikan pengalaman berbeda tersebut. Bagaimana tidak berbeda, sejak pertemuan pertama, sungguh saya merasakan pembelajaran yang absurd.
Kenapa absurd? yaa, bagi saya yang tak perna menekuni filsafat, tetiba harus menemukan pasangan istilah filsafat dari tes singkat Prof. Marsigit, sungguh sangat terkejut dan sangat membuat bingung.
Filsafat batu? apa itu filsafat batu? baru di S3 UNY saya harus memikirkan apa itu filsafat batu.
Alhasil, sepanjang tes singkat, skor saya selalu 0. Tapi ternyata disini hikmah yang ingin Prof. Marsigit ajarkan kepada kami. Bahwa, menjadi seorang calon doktoral, tidak lantas membuat kami lebih hebat dari yang lain. Mendapatkan skor 0 di mata kuliah beliau mengajarkan kami tentang hakikat 0. Bahwa ternyata ada banyak hal yang kami tidak ketahui. Ada banyak ilmu yang masih belum kami dalami. Alih-alih mengajarkan konseptual filsafat, beliau justru memanfaatkan semua yang ada disekitar kami sebagai laboratorium belajar filsafat.
Sebagai, seseorang yang terbiasa belajar angka, sejujurnya saya mengalami kesulitan mengikuti perkuliahan beliau. Apalagi saat beliau menjelaskan sejarah singkat perkembangan Filsafat beserta para filsufnya. Siapa yang punya konstruksikonsep filsafat semacam ini, jika bukan Beliau?
Tapi inilah yang membuat beliau berbeda dengan dosen-dosen filsafat kebanyakan. Kemampuan beliau menkonstruksi pikiran tentang filsafatr sangat dikagumi. Meski tertatih-tatih untuk memahami dan mengikutinya.
Sepanjang perkuliahan, selalu saja ada hal baru yang membuat kita mbatin "oh..ternyata begitu". Semakin diikuti, ternyata semakin banyak yang tidak kami ketahui. Dan beliau membuat kami akhirnya belajar hal-hal baru. Tak jarang sebenarnya, ucapan-ucapan beliau yang membuat saya pribadi "down", dan merasa tidak pantas menjadi seorang doktoral. Tetapi, jika itu tidak beliau lakukan, mungkin saya sudah terjerumus ke dalam rasa "sok tahu". Melalui perkuliahan beliau ini, saya memiliki konstruksi pikiran yang baru tentang peneilitian dan evaluasi pendidikan.
Mata kuliah ini menjadikan saya sebagai calon doctor meletakkan dasar pemikiran tentang konstruksi keilmuan PEP dengan landasan filosofi berdasarkan epistimologi, ontologi, dan aksiologi sehingga karya-karya ilmiah harus memiliki landasn yang kuat untuk menjelaskan fenomena, dan hasil yang akan mendukung pengembangan keilmuan penelitian dan evaluasi pendidikan itu sendiri.
#Marsigit
#Filsafat
#FilsafatMarsigit
#Marsigitism
#Marsigit
#Filsafat
#FilsafatMarsigit
#Marsigitism

