Berdasarkan psotingan sebelumnya tentang Identifikasi Masalah Pembelajaran Matematika di Sekolah, paling tidak ada 5 masalah yang paling menarik dan dinilai dapat memberikan kontribusi untuk penulis angkat sebagai tema bahkan rencana judul Disertasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan Poin 6: "Pemaham dasar matematika siswa rendah". Ternyata, masih banyak ditemukan bahwa siswa sangat kurang dalam pemahaman dasar operasi-operasi matematika. Cukup mengejutkan ketika masalah ini ditemukan pada siswa tingkat SMA. Informasi yang diperoleh, bahkan siswa kesulitan mengoperasikan operasi postif dan negatif.
2. Permasalahan Poin 9: "Siswa Sulit Menyelesaikan soal dengan konteks". Siswa kesulitan mengerjakan soal matematika dengan konteks. Mereka lebih mudah mengerjaan soal yang langsung pada perhitungan notasi matematis. Tetapi persoalan matematis diberikan dalam konteks tertnetu, siswa kebingungan menggunakan konsep matematika. Masalah ini, menarik perhatian penulis untuk membuat judul terkait dengan pengembangan soal berkonteks, yang kaitannya juga dengan Literasi Matematika siswa
3. Permasalahan Poin 11: "Kemampuan siswa menemukan notasi matematika yang tepat". Siswa kesulitan menggunakan notasi matematika untuk menyelesaiakn persoalan sehari-hari. Salah satunya disebabkan karena soal-soal di buku juga terkadang jauh dari konteks keseharian siswa. Sehingga siswa kurang ilustrasi dalam menyelesaiakn soal.
4. Permasalahan Poin 12: Soal Esay menyulitkan siswa Siswa lebih suka mengerjakan tes matematika bentuk Objektif Pilihan Ganda dibandingkan Esai. Karena siswa punya pilihan kemungkinan jawaban, dan tidak perlu menjawarkan proses penyelesaian. Siswa kesulitan mengerjakan soal-soal matematika dengan redaksi yang panjang. (soal cerita). Apalagi kalau ceritanya tidak familiar dengan lingkungan siswa.
5. Permasalahan Poin 10: "Kondisi Kemampuan dan Karakter Siswa terdampak Bencana" Anak-anak di wilayah terdampak gunung sinabung, sangat rendah kemampuan matematikanya, bahkan untuk konsep-konsep dasar. Aplikasi notasi matematika sangat kurang jika harus menyelesaikan persoalan berkonteks. Bencana yang terus-menerus membuat siswa semakin tertinggal dalam pembelajaran matematika. Sikap siswa sulit dikendalikan karena beberapa masih ada yang tinggal dipengungsian sehingga karakter anak bercampur dengan orang dewasa yang tak terkendali Siswa belajar di sekolah-sekolah darurat disekitar pengungsian, membuat guru kesulitan mengendalikan sikap siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar